Selasa, 24 Maret 2009

Maulid Nabi

Tugas 2
Nama Kelompok 3 :
Arnies. A
Siti Nurlaela
Fitri Anggriani
Krisdia Subagja
Syeh Paridudin
Hermansyah
M. Ruslan

Penceramah : Drs KH Zaenal Abidin M.Ag
Tema: Maulid Nabi
Mengapa islam tidak maju-maju???
a. umat islam sudah kehilangan ruh nabi Muhammad
b. umat islam muncul penyakit tidak jujur.
Padahal jumlah penduduk islam sangat banyak,tapi kenapa umat Islam miskin dan ingin punya kartu miskin. Umat Islam sendiri yang tidak ingin maju makanya Allah tidak memberi kemudahan.
Banyaknya mayoritas islam yang melakukan penyimpangan-penyimpangan atau kelakuan yang tidak sesuai ajaran islam.
Indonesia menduduki peringkat negara yang ke-54 dari 55 negara.. Indonesia adalah negara yang tertingal jauh dari negara Singapura dan Venezuela.
Ironisnya mengapa dominan umat islam yang selalu mnjadi yang terbawah. Seperti halnya pelajar perempuan di indonesia,61,7% sudah kehilangan keperawanannya, masalah ini di bahas di KOMNAS HAM perlindungan anak.
Merayakan Maulid Nabi itu bukan karena tradisi tetapi mengingat jasa-jasa nabi Muhammad terhadap umat agama islam. Nabi muhammad mendapatkan gelar Rasulullah itu karena perjuangan beliau dalam memperjuangkan islam. Selak lahir beliau di tinggalkan oleh ayahnya dan umur 5 tahun beliau di tinggalkan oleh ibunya. Nabi muhammad sejak kecil sudah bekerja menjadi gembala sapi dan kambing, beliau bekerja pada saudagar-saudagar kaya yang banyak memiliki sapi dan kambing. Beliau kerja penuh dengan tanggung jawab dan amanah. Usia 13 tahun nabi muhammad mulai berdagang dari kota Mekkah menuju kota Syam yang sekarang mejadi negara Yordania. Beliau di ajak berdagang oleh sesepuhnya. Mengapa nabi Muhammad memilih kota Syam? Karena kota Syam adalah kota para peninggalan nabi Nuh,Suaeb dan Musa. Dan di kota Syam itu adanya tempat air nabi Musa yang dijaga sampai sekarang dan adanya Laut Mati yang merupakan danau dimana temat tulang-tulang nabi Nuh di buang.
Untuk menjadi orang besar harus berjuang dan bekerja keras bukan dengan santai-santai, seperti yang sudah tercantum dalam QS.AL-IMRAN, karena dalam surat tersebut berisikan kita harus berpikir dan berjuang sebagaimana anjuran Allah.
Semua orang ingin masuk surga, tetapi apakah kita sebagai umat muslim sudah melaksanakan jihad Allah dengan baik?
Siapakah yang akan masuk surga?
Yaitu dengan berserah diri pada Allah,kembali kepada masjid dan melakukan taubat nasuha.
Siapakah yang akan masuk neraka?
Yaitu orang-orang yang timbangannya lebih berat dosa di banding amal solehnya.
Kesimpulan :
Dari ceramah ini kelompok kami menyimpulkan bahwa Allah aikan merubah keadaan umat-Nya,apabila umatNya mau merubah keadaannya sendiri. Dan kita merayakan Maulid nabi itu karena mengenang jasa – jasa Nabi Muhammad , apabila kita ingin menjadi seperti Nabi Muhammad menjadi orang yang di percayai ataupun menjadi orang besar kita harus merubah diri kita sendiri dengan bekerja keras dan berjuang.
Tugas Mahasiswa STIE/STMIK Pasim
Penulis :
Tresna Anisya Amelia
Mahasiswa STIE PASIM

MEMPERINGATI MAULID NABI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah.
Dengan adanya Sultan Salahuddin Al-Ayyubi orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai dan mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub –katakanlah dia setingkat Gubernur. Pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Kata Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW terkadang Maulid Nabi atau Maulud saja artinya adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang dalam tahun Hijriyah jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Kata maulid atau milad adalah dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW.
B. Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW
Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak, pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya sendiri justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem.


BAB III
PENTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulannya adalah bahwa mengadakan peringatan maulid Nabi bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, dan pengagungan terhadap Rasulullah SAW termasuk dari ibadah.
B. Saran
Implementasi dari syahadat Laa Ilaa illalloh adalah tauhid yaitu (mentauhidkan) Alloh di dalam peribadatan dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, baik di dalam Rububiyah, Uluhiyah an asma’ wa shifat-Nya. Adapun konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah, mentauhidkan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di dalam ittiba’ (peneladanan) dan tidaklah mengamalkan suatu ibadah melainkan sebagaimana yang dituntunkan oleh beliau ‘alaihis Sholatu was Salam.Ummat Islam akan maju apabila umat ini mau kembali kepada agama sebagaimana yang dibawa oleh para pendahulu mereka yang shalih. Sebagaimana ucapan Imam Malik rahimahullahu, “Tidak akan sukses keadaan ummat ini melainkan kembali sebagaimana suksesnya salaf shalih terdahulu”.

Kamis, 19 Maret 2009

Nurtaubah

IKUTI DAN TAATI AL-QURAN SERTA BERTOBAT,SEBELUM DATANG SIKSA ALLAH

Allah menurunkan Al-Quran dan kitab-kitab sebelumnya agar ditaati karena apa-apa yang diturunkan oleh Allah kepada manusia melalui UtusanNya, agar hidup manusia lebih mudah, agar manusia bisa mendapatkan syurga dunia dan syurga Akhirat, tetapi kebanyakan manusia menentangnya tidak mau mentaati apa-apa yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Nya, hal ini seperti firman Allah QS Al-Araf : 4

Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk) nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.

Allah telah menyatakan suatu contoh bahwa banyak negri yang tidak mengikuti atau patuh dan taat kepada apa-apa yang telah diturunkan Allah (Undang-uandang Allah), maka pada masa lalu sudah dibuktikan dengan dibinasakan dan dihancurkan oleh Allah seperti kaum nabu Nuh, disampaikan oleh Allah QS Al-Araaf:64

Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).

Kaum ’Aad masa Nabi Huds a.s, QS Al-Araaf : 72
Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman.

Kaum Tsamud, masa Nabi Shaleh 78-79
Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat".

Kaum Nabi Luth, QS Al-Araaf : 84
Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.

Kaum Nabi Musa, QS Al-Araaf : 133
Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

Begitu banyak contoh yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia yang menentang Allah dan UtusanNya, seperti beberapa contoh diatas, yang meliputi :
1).Ditenggelamkan
2).Ditumpas
3).Gempa Bumi
4).Hujan Batu
5).Dikirimkan, taufan,belalang,kutu,katak, dan darah

Semua para penentang Allah telah dibuktikan dihancurkan dan dibinasakan oleh Allah, dan mereka yang menentang Allah, tidak mau patuh dan taat kepada Allah dan Rasulnya, pada akhirnya akan menyadari bahwa siksaan dan azab yang diterima oleh mereka itu karena ke Zalimannya sendiri, akibat menentang Allah, pada akhirnya semua manusia yang tidak mau mengikuti aturan Allah, ketika datang siksa Allah di akhirat nanti maka mereka menyadari bahwa siksaan yang diterimanya karena dosa-dosa mereka terhadap Allah, seperti yang dijelaskan oleh Allah, QS Al-Araaf : 5

Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka sebelum datang siksaan Allah di yaumil Akhir nanti maka sejak sekarang didunia ini mari cepat bertobat dan setiap saat memohon ampunan kepada Allah, jangan sampai kita mendapatkan azab atau siksaan seperti umat-umat terdahulu yang dibinasakan oleh Allah, cepat kita menyadari bahwa selama ini hidup kita penuh bergelimang dengan dosa, memohon ampunan kepada Allah, aga Allah menurunkan NurTaubah, menurunkan cahaya ampunan kepada kita, dan kemudian kita memohon agar dibimbing hidup kita kedalam jalan yang lurus, masuk dalam kehidupan yang ada dalam system dzikir, hidup dalam system Al-Quran. jangan sampai hidup kita terperosok kedalam kehidupan maksiat, jangan sampai hidup kita dipimpin dan tergoda oleh bujuk rayu setan dan iblis sebagai musuh utama manisia, jangan sampai hidup kita bergelimang dengan dosa dan hidup mengumbar napsu dunia, jangan sampai hidup kita dipenuhi dengan sifat demdam, ujub, takabur, riya , iri, dengki dan penyakit-penyakit hati lainnya, cepatlah kita memohon ampunan kepada Allah, dan cepat memohon agar hidup kita dimasukan serta dibimbing kepada jalan yang lurus, masuk dalam system Dzikir. Itulah permohonan kita yang utama kepada Allah, agar Nurtaubah bisa kita dapatkan, seperti juga doa permohonan nabi Adam As, QS Al-Araaf:23
Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".
Semoga kita semua mendapatkan NurTaubah (Cahaya Ampunan dari Allah), dan hidup kita dimasukan kedalam jalan yang lurus, hidup dalam system Dzikir, system Al-Quran,Amin.

Sukabumi,19 Maret 2009/ 22 Mulud 1430 H
Majlis Dzikir dan Aurod Bashorun Fuadun

Muhammad Fajar Laksana

Kamis, 12 Maret 2009

Perjuangan Rasulullah

TAHAPAN PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ke 1438 Tahun
Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Mekah tanggal 12 Rabiulawal Tahun Gajah, atau tanggal 20 April tahun 571 M (Jika sekarang Tahun 2009 M kurang lebih sudah 1438 thn yang lalu),


Allah berfirman dalam QS Al-Fatihah. 6-7
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Firman Allah tersebut menjelaskan pentingnya kita memahami sejarah atau kisah dari orang-orang yang telah diberikan nikmat oleh Allah yaitu Para Nabi, para wali dan hamba Allah yang bertaqwa. Sehingga kita diwajibkan untuk memahami perjuangan Nabi Muhammad SAW dan mengikuti serta melaksanakannya, hal ini sesuai dengan firman Allah QS Yusuf :111.
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.
Bagaimana pelajaran yang bisa diambil dari sejarah Rasulullah SAW sehingga mampu membentuk Negara Madinah yang damai sejahtra, maka tidak terlepas dari kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, yang menjadi contoh dan suri tauladan bagi kita semua, yang dapat di jelaskan inti dari proses Nabi Muhammad menjadi seorang Pemimpin yang berhasil membangun Kota Madinah yang damai dan sejahtra. Proses perjuangan Muhammad menjadi Nabi dan pemimpin Negara Islam dapat dilihat dari 4 tahapan :
Tahap Pendahuluan/Pembuka : Penyucian Diri
Pembersihan hati Nabi Muhammad SAW, terjadi ketika Nabi kurang lebih berusia 5 Tahun, ketika beliau sedang mengembalakan kambing datang dua orang malaikat membawanya, kemudian membelah dadanya untuk membersihkan hatinya lalu kemudian ditanamkan Asma Allah, Proses pembersihan hati dan penanaman bibit kalimat tauhid terhadap Nabi Muhammad dilakukan untuk mempersiapkan Nabi Muhammad agar Tegak Lurus memperjuangkan Kalimah Allah di Alam Semesta
Tahap I : Muhammad sebagai Fuqoro
Ketika umur 12 tahun Muhammad kecil sebagai seorang pegawai pamanya Abu Thalib yang membawa barang dagangan kenegeri Syam, sifatnya yang Al-Amin, yaitu (SAFTI) meliputi 1). Sidiq (Benar), 2). Fathanah (Cerdas), 3). Amanah (Terpercaya), 4). Tabligh (Menyampaikan kebenaran), 5). Istiqomah (Teguh), menyebabkan dia dapat belajar dan berdagang dengan baik, sehingga ketika dia dewasa (kira –kira 20-25 Tahun ) maka dia berganti peran menjadi seorang pengusaha Agniya yang kemudian Muhammad dilamar oleh Siti Khadijah, pengusaha kaya raya,
Tahap 2 : Muhammad menjadi Agniya
Setelah Muhammad menjadi seorang agniya pengusaha sukses, maka ketika usia kira-kira 25 Tahun menikah dengan Siti Khadijah yang berumur 40 Tahun, pada saat itu mahar/mas kawinnya 20 ekor lembu, kalau satu ekornya saat ini Rp. 10 juta berarti maharnya Rp. 200 Juta, berarti pada saat itu Muhammad telah memiliki kekayaan yang mapan, pernikahan yang bahagia dengan kekayaan yang memadai menyebabkan Muhammad dapat meluangkan waktu untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, yaitu bertahannuts di Gua Hiro, yang berada di bukit Jabal Nur (Bukit Cahaya), sifatnya SUFI, Dzikir, Syukur dan Tobat
Tahap 3 : Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul
Setelah usia 40 Tahun dibulan Ramadhan ketika Muhammad bertahannuts di Gua Hiro, pada tanggal 17 Ramadhan (pertengan bulan Ramadhan) bertepatan dengan 6 agustus tahun 610 M, diangkatlah Muhammad menjadi Nabi dan Rasul (Bagi manusia maqom Wali, Mursyd,Ulama) yaitu melalui malaikat Jibril membawa wahyu pertama QS Al’Alaq (96) : 1-5), Setelah diangkat menjadi Nabi dan Rasul maka Nabi Muhammad mulai memperjuangkan agama Islam di Kota Mekah selama kurang lebih 12 tahun, disebutlah babak pertama perjuangan Rasulullah disebut periode Makiyah. proses perjuangannya di periode Makiyah meliputi :
a). Dakwah sembunyi-sembunyi 3 tahun
Setelah menjadi Nabi dan Rasul maka kemudian Nabi Muhammad mulai melakukan Dakwah di Kota Mekah, secara sembunyi-sembunyi (da’watul afraad) selama kurang lebih 3 tahun, kemudian turunlah wahyu QS AlHijr (15) : 94 :
“Maka jalankanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musrrik”
Sejak turun wahyu tersebut maka kemudia Nabi Muhammad melakukan dakwah secara terang-terangan di Kota Mekah
b). Dakwah terang-terangan
Nabi Muhammad melaksanakan dakwah secara terbuka yang banyak ditentang oleh masyarakat Mekah, dan selama kurang lebih 9 tahun berjuang antara hidup dan mati menegakan kalimah Allah di Kota Mekah maka selesailah perjuangan dakwah di kota mekah yang juga sering disebut periode Makiyah. Peristiwa penting yang terjadi selama Dakwah 9 tahun diantaranya :
1. Musuh-musuh Nabi Muhammad selalu melakukan kejahatan kepada Nabi dan pengikutnya di Mekah,Banyak pengikut Nabi yang disiksa dan mati Sahid di Kota Mekah
2. Nabi Muhammad tidak mendapatkan ganguan badan/fisik karena mendapat perlindungan dari Pamannya yang dihormati bangsa Quarisy yaitu Abu Tahlib,
3. Kelurga Nabi diboikot oleh Kaum Quarisy, dengan jalan memutuskan segala hubungan, perkawinan, jual beli, dll.
4. Nabi mengalami tahun kesedihan (620 M, Usia Nabi 50 tahun))
wafat Paman Nabi Abu Tahlib kemudian disusul oleh Istrinya yang tercinta Siti Khadijah yang telah memberikan kekuatan Moril dan Materiil kepada Nabi.
5. Peristiwa Isra dan Miraj ( 27 Rajab 621 M, Usia 51 Tahun)
Sebelum peristiwa Isro Miraj RASULULLAH saw mengalami, pembedahan dada / perut, dilakukan oleh jibril, mika`il dan satu malaikat yang lain. Hati baginda saw dicuci dengan air zamzam, dibuang ketul hitam (’alaqah) yaitu tempat syaitan membisikkan waswasnya. Kemudian dituangkan hikmat, ilmu,dan iman.ke dalam dada Rasulullah saw. Selesai pembedahan, didatangkan binatang Buraq untuk ditunggangi oleh Rasulullah dalam perjalanan luar biasa yangdinamakan “Isro’”, peristiw Isro ini terjadi pada saat Nabi menghadapi ujian yang maha hebat ditinggalkan oleh orang-orang yang tercinta, maka Nabi Muhammad oleh Allah di Isra dan di Mirajkan, Nabi mendapat perintah langsung untuk melaksanakan Shalat 5 waktu. Peristiwa ini memberikan kekuatan kepada Nabi dalam memperjuangkan agama Allah, dan disisi lain menjadi ujian bagi kaum Muslimin terhadap keyakinan mereka meyakini peristiwa Isra dan Miraj Nabi.
6. Banyak rencana pembunuhan terhadap Nabi oleh kaum Quraisy
7. Melaksanakan Hijrah ke Madinah pada hari Senin tgl 8 Rabi’ulawal tahun 1 Hijriah (622 M) .
Berdasarkan uraian tersebut maka Sifat Nabi Muhammad pada periode di ini Mekah yaitu, Pasrah mengikuti Wahyu kehendak Allah ,Berqorban dan Taat kepada Allah, Mau hidup dalam system Dzikir (Al-Quran), hasilnya menjadi Mukmin dan Mau Hijrah
Tahap 4 : Nabi Muhammad Menjadi Pemimpin/Imam (Umaro)
Nabi Muhammad menjadi Imam atau Pemimpin Negara (UMARO), yaitu terjadi setelah melaksanakan Hijrah ke Madinah pada hari Senin tgl 8 Rabi’ulawal tahun 1 Hijriah (622 M), setelah lebih kurang berjuang di Kota Mekah selama 12 Tahun, maka kemudian hijrah ke madinah memulai babak baru , dimana perjuangan di Madinah tercipt masyarakat Islam yang damai sejahtera. Perjuangan Nabi di madinah selama 11 tahun telah menghasilkan babak baru dalam penegakan undang-undang Allah, dan perjuangan di Madinah dapat dibagi kedalam 2 kelompok yaitu :
I. Perjuangan Membentuk dan Membina masyarakat Islam
1). Membina masjid sebagai sentral aktifitas kegiatan manusia dalam masyarakat dan negara
2). Pelayanan terhadap Kaum Dhuafa, melalaui pengelolaan ZIS
3).Menjalin Ukhuwah sesama kaum muslimin, dengan mempersaudarakan kaum Muhajirin (pendatang) dengan Kaum Anshar
4). Perjanjian damai dan kerjasama antara kaum muslim dengan non muslim (Yahudi)
5). Membangun sistem ekonomi, sosial, politik dan Budaya Islam yang tinggi (Dimadinah turunnya ayat-ayat Allah tentang Hukum-hukum Islam)
6).Terbentuknya Daulah Islamiyah (negara/wilayah/daerah Islam) dengan adanya piagam Madinah Rasulullah dalam masa 11 tahun telah mampu membentuk Masyarakat Islam yang damai dan sejahtera
II. Perjuangan Memelihara dan Mempertahankan Islam
1). Menjaga dan melawan dari rongrongan dan rencana jahat, orang yahudi, orang munafik, dan orang Quarisy beserta sekutunya.
2). Rasulullah membentuk pasukan atau tentara untuk menjaga dan memelihara Daulah islamiyah
3). Memimpin Peperangan untuk mempertahankan masyarakat Islam dan menegakan Undang-undang Allah, hasilnya Kota Mekah jatuh ketangan Nabi, Kaum Quraisy dan seluruh kabilah di Mekah Masuk Agama Islam. Maka Agama Islam telah merajai jazirah Arab, Bangsa Arab yang tadinya hidup berpecah belah dan saling bermusuhan, kini hidup bersatu dibawah satu Panji, yaitu Panji Islam. Maka kemudian agama Islam menyebar keseluruh dunia menjadi rahmatan lil alamin.
Setelah memperoleh kesuksesan besar dalam perjuangan di Mekah dan Madinah kurang lebih selama 23 tahun, maka Nabi telah merasakan Allah akan memanggilnya, maka kemudian Nabi melaksanakan Haji Wada (Haji penghabisan) pada tahun 10H. Kira-kira 3 bulan setelah Haji Wada pada tanggal 12 Rabiul awwal tahun 11 Hijriah bertepatan tanggal 8 Juni tahun 632 Masehi, Nabi Muhammad SAW kembali ke hadirat Allah SWT, dalam usia 63 Tahun. Inna lillahi wainna ilaihi raaji’un.Nabi Muhammad SAW, telah wafat yang ditinggalkan untuk umatnya seperti Sabdanya :
Kutinggalkan untuk kamu dua perkara (pusaka), taklah kamu akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.
Semoga kita dapat selalau memegang dan melaksanakan dua pusaka warisan dari Nabi Muhammad SAW yaitu Al-Quran dan Sunnah Rasul,Amin.
Sukabumi, 12 Maret 2009/ 15 Rabiul Awal 1430 H
Majlis Dzikir dan Aurod Bashorun Fuadun

Muhammad Fajar Laksana

Kamis, 05 Maret 2009

MEMAHAMI MEKANISME KERJA AL-QURAN

MEMAHAMI MEKANISME KERJA AL-QURAN
Allah berfirman QS Al-Araf : 1

Alif, laam miim shaad.

Allah maha mengetahui arti dan maknanya, Allah dan Muhammad ada dalam diri kita setiap gerak langkah hidup kita harus beserta dengan Allah dan mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Sehingga Allah menurunkan Kitab Alquran sebagai sumber dari segala sumber Ilmu yang ditujukan agar manusia tidak menjadi sempit dan sulit dalam menempuh hidup dan kehidupan, supaya dengan Al-Quran dapat memberi peringatan kepada orang kafir, dan dapat memberi pelajaran atau ilmu kepada orang yang beriman, serta kita harus dapat mengikuti apa yang diturunkan oleh Allah yaitu Al-Quran sebagai pedoman hidup, dan kita jangan mengikuti perintah pemimpin yang tidak sesuai dengan Al-Quran.
Pengertian tersebut menjelaskan bagaimana Al-Quran dapat menjadi Hudan bagi manusia, dengan Al-Quran hidup manusia akan lebih mudah, karena telah memiliki pedoman atau petunjuk untuk menempuh hidup dan kehidupan manusia, seperti manusia ketika tersesat maka membutuhkan peta dan kompas sebagai pedoman untuk mencapai tujuan, begitupun Al-Quran merupakan peta atau pedoman untuk mencapai tujuan dari hidup manusia yaitu dapat kembali kepada Allah, karena asalnya datang dari Allah maka harus kembali kepada Allah, jangan sampai hidup tampa mengikuti pedoman maka tersesat, yang akhirnya hidupnya tidak kembali kepada Allah, tetapi mengikuti jalan syetan sehingga akhir tujuannya justru mendapat Siksa Allah.
Berdasarkan hal tersebut maka Allah memberikan cara yang mudah untuk menjelaskan firmanNya yaitu dengan menurunkan huruf “Alif”, “Lam”, “Mim”, “Shod”, dalam ayat pertama Quran Surat Al-Araaf.
Empat huruf ini merupakan metoda yang diberikan oleh Allah agar dapat memahami dengan mudah makna yang terkandung dalam Al-Quran, yang artinya bahwa Al-Quran adalah suatu SISTEM sehingga untuk bisa memahami Al-Quran kita harus melihat bahwa setiap huruf, kata, kalimat, ayat dan surat merupakan bagian-bagian yang satu sama lainnya berkaitan, berhubungan dan saling menjelaskan, sehingga untuk dapat memahami makna terdalam dari isi kandungan Al-Quran kita tidak boleh memahami secara parsial atau sepotong-sepotong, tetapi harus dalam suatu sistem, ini yang diajarkan oleh Allah, sehingga diturunkan huruf “Alif” sebagai awal atau pondasi memahami wahyu Allah, yang kemudian diteruskan menjadi hurup “Lam”, yang kemudian dari lam menjadi “Mim” dan akhirnya menjadi “Shod”, ini merupakan satu kesatuan sistem yang berkaitan, yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
1). Makna yang awal atau yang pertama Alif, ini mengandung makna marifat yang artinya untuk memahami ilmu Allah dan memahami kehidupan dan hidup manusia harus berawal dari segala yang awal yaitu MARIFAT yaitu segala sesuatu berawal dari Allah, sehingga tujuan hidup manusia yaitu Allah, dan bentuk perwujudan bahwa satu-satunya tujuan hidup kita Allah, maka kita harus menjadi seorang Mukmin yang Haqqon, ini dijelaskan dalam Quran Surat Al-Anfal, yang berarti QS Al-Anfal mengandung makna huruf “Alif” yang menjelaskan bagaimana caranya kita bisa menjadi seorang mukmin yang Haqqon yaitu caranya kita harus mau mengikuti system Al-Quran yaitu menjadi Mukmin, kemudian menjadi Muhajirin dan menjadi Mujahid, sehingga dikatagorikan menjadi seorang mukmin yang benar-benar beriman (Mukmin Haqqon) apabila kita sudah menjadi, Mukmin, Muhajirin dan Mujahid.

2). Selanjutnya dari makna “Alif” yaitu Marifat berlanjut kepada makna Hakikat yang artinya bahwa Tujuan hidup kita adalah yang Maha Awal yaitu Allah sebagai makna marifat, dan alasan kenapa kita ingin mencapai tujuan Marifat (Allah) karena Hakikatnya adalah Laaillaahailallaah, ini makna huruf “Lam”, hakikatnya tidak ada Tuhan yang patut disembah hanya Allah satu-satunya yang harus kita sembah, ini artinya Hakikatnya hidup ini adalah mengikuti seruan atau perintah Allah, agar kita menggunakan kekuatan Pikir dan Dzikir untuk dapat memenuhi segala ketentuan Allah, sehingga kita tergolong menjadi manusia Ulul Albab, dan makna Ulul Albab sebagai makna Hakikat yang disimbolkan oleh hurup “Lam” ini dijelaskan salah satunya dalam QS Ar-Ra’d. Dimana tujuan dari surat Ar-Ra’d agar manusia menjadi Ulul Albab yaitu manusia yang mampu memenuhi seruan Allah, karena Hakikatnya Alam semesta ini yang mengatur adalah atas dasar kekuasaan Allah, artinya segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini hakikatnya semuanya ada dalam gemgaman kekuasan Allah.

3).Berdasarkan makna hakikat tersebut yang disimbolkan oleh huruf “lam”, maka selanjutnya tugas manusia adalah bagaimana caranya atau metodanya bisa mencapai atau sampai kepada tujuan akhir kehidupan yaitu Allah, maka disimbolkan oleh huruf “Mim” yang artinya metoda atau Thareqat untuk mencapai Allah, hanya satu-satunya jalan, yaitu menggunakan Thareqat Muhammad yaitu menggunakan cara yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, maka jika kita dapat mengikuti contoh atau langkah-langkah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad maka pasti kita akan mendapatkan Kemenangan, maka kemudian symbol huruf “Mim” yang maknanya Thariqat atau metoda Nabi Muhammad SAW yang pasti akan mendapatkan “Kemenangan” dijelaskan salah satunya oleh QS Al-Fath, yang artinya mendapatkan kemenangan. Qs Al-fath ini menyatakan jika kita mengikuti perjuangan yang dicontohkan atau menggunakan metoda Rasulullah dalam operasionalisasi kehidupan yang sesuai dengan Al-Quran maka kita pasti dan dipastikan akan mendapatkan kemenangan, dan ini dijelasklan maknanya secara mendalam dalam QS Al-Fath

4). Setelah dipastikan akan mendaptkan kemenangan maka tentu pertanyaanya apa buktinya atau apa contohnya, atau apa faktanya yang berarti mengandung makna SYARIAT, bahwa kita mendapatkan kemenangan maka disimbolkan oleh huruf ‘Shod”, bahwa bukti, contoh, atau faktanya atau Syariatnya kita mendapatkan kemenangan adalah diperolehnya Tempat yang tertinggi disisi Allah, ini dijelaskan oleh salah satu surat yaitu QS Al-Araaf. Sehingga QS Al-Araaf yang merupakan symbol huruf “ Shod” mengandung makna Syariat mendapatkan kemenangan yaitu ada bukti atau contohnya yaitu adanya tempat yang tertinggi (Al-Araaf) yang dimiliki dan dikelola sebagai tempat Hijrah untuk dapat menjadi seoran Mujahid, sehingga tempat tertinggi ini dicontohkan oleh Rasulullah sebagai kota Madinah yang digunakan sebagai tempat percontohan pertama untuk menegakan syariat Islam membuat Qoryah Thoibah Mubarokah (QTM).

Berdasarkan keseluruhan penjelasan tersebut maka kita dapat memahami bahwa huruf alif, lam, mim dan shod merupakan satu kesatuan metoda yang diajarkan oleh Allah untuk memahami isi kandunga Al-Quran, sehingga kita bisa memahami dan melaksanakan fungsi al-Quran sebagai Hudan, pedoman, atau peta hidup dan kehidupan manusia agar sampai pada tujuan akhir hidupnya yaitu kembali kepada keridlaan Allah, SWT. Amin.

Sukabumi, 5 Maret 2009/ 8 Rabiul Awal/Mulud 1430 H
Majlis Dziki9r dan Aurod Bashorun Fuadun


Muhammad Fajar Laksana

Rabu, 04 Februari 2009

Tanda Kemenangan dari Allah

TANDA KEMENANGAN DARI ALLAH
Majlis Dzikir dan Aurod Bashorun Fuadun
By: Muhammad Fajar Laksana

Allah berfirman QS Al-Fath : 27

Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.

Firman Allah tersebut menjelaskan kebenaran mimpi Rasulullah saw, yaitu Rasulullah bermimpi pada tahun terjadinya perjanjian Hudaibiyah, yaitu sebelum beliau berangkat menuju ke Hudaibiyah, bahwasanya ia memasuki kota Mekkah bersama-sama dengan para sahabatnya dalam keadaan aman hingga mereka dapat bercukur dan ada pula yang hanya memendekan rambutnya, kemudian Rasulullah saw, menceritakan hal mimpinya itu kepada para sahabatnya, maka mereka sangat bergembira mendengarnya. Ketika para sahabat berangkat bersama Rasulullah menuju Mekkah, tiba-tiba mereka dihalang-halangi oleh orang-orang kafir sewaktu mereka sampai di Hudaibiyah, yaitu dihadang oleh pasukan kafir Quraisy. Diantaranya, tersebutlah nama Khalid bin Walid (sebelum masuk islam) sebagai komandan pasukan penunggang kuda, yang berpikir cerdas untuk menghabisi kaum muslimin saat mereka mendirikan solat. Namun sayang, gayung tak bersambut, hukum solat khauf (solat di tengah-tengah pertempuran) pun diturunkan. Gagal sang komandan Khalid melaksanakan rencana cerdasnya, lalu ia pun berkata dalam hati, “Tahulah aku bahwa orang-orang ini ada pembelanya, karena siapakah yang memberi tahu orang-orang ini tentang taktik yang aku baru rencanakan dalam hatiku untuk menyergap mereka saat mereka lalai?”. akhirnya peperangan tidak jadi tapi kemudian diganti dengan adanya perjanjian Hudaibiyah, dan perjanjian ini menyebabkan umat Nabi Muhammad tidak bisa melaksanakan Haji pada waktu itu dan harus kembali ke Madinah, Akhirnya mereka kembali ke Madinah dengan perasaan yang berat, karena tidak bisa melaksanakan ibadah haji dan umrah dan pada saat itu timbullah rasa keraguan di dalam hati sebagian orang-orang munafik, lalu turunlah ayat ini, yang meberikan pembuktian akan kemenangan yang diperoleh Rasulullah saw, pembuktian ini dimulai oleh adanya perjanjian (MOU) Hudaibiyah antara kaum Kafir Quraisy yang menguasai Kota Mekah saat itu dengan Kaum Muslimin yang secara lahiriah pasal-pasal perjanjian Hudaibiyah menguntungkan kaum musrikin Mekah, tetapi sesungguhnya dibalik itu semua “Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui “ , Isi perjanjian Hudaibiyah adalah sebagai berikut :
1).Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam harus pulang pada tahun ini, dan tidak boleh memasuki mekah kecuali tahun depan bersama orang-orang muslim.
2).Mereka diberi jangka selama tiga hari berada di mekah dan hanya boleh membawa senjata yang biasa dibawa musafir, yaitu pedang yang disarungkan. Sementara pihak quraisy tidak boleh menghalangi dengan cara apapun.
3).Gencatan senjata di antara kedua belah pihak selama sepuluh tahun, sehingga semua orang merasa aman dan sebagian tidak boleh memerangi sebagian yang lain.
4).Barangsiapa yang ingin bergabung dengan pihak Muhammad dan perjanjiannya, maka dia boleh melakukannya, dan barang siapa yang ingin bergabung dengan pihak quraisy dan perjanjiannya, maka dia boleh melakukannya. Kabilah mana pun yang bergabung dengan salah satu pihak, maka kabilah itu menjadi bagian dari pihak tersebut. Sehingga penyerangan yang ditujukan kepada kafilah tertentu, dianggap sebagai penyerangan terhadap pihak yang bersangkutan dengannya.
5).Siapapun orang quraisy yang mendatangi Muhammad tanpa izin walinya (melarikan diri), maka dia harus dikembalikan kepada pihak quraisy, dan siapa pun dari pihak Muhammad yang mendatangi quraisy (melarikan diri darinya), maka dia tidak boleh dikembalikan kepadanya.
Ketika harap menjadi sirna dengan adanya perjanjian Hudaibiyah, kaum muslimin pun bersedih. Wajah ceria pun bertukar dengan kemurungan. Pupus sudah harapan mereka, terbang tinggi segala mimpi untuk melaksanakan thawaf dan umrah tahun ini. Perih tergores hati mereka, semata-mata karena tidak mengetahui hakikatnya ada perjanjian Hudaibiyah yang menunda sementara ibadah haji dan Umrah tapi akan memberikan kemenangan selamanya. Maka kemudian Allah menurunkan FirmanNya, QS AlFath 1-3
“Sesungguhnya telah Kami bukakan kemenangan yang nyata kepadamu.Karena Allah akan memberi ampunan kepadamu terhadap dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, dan akan menyempurnakan ni’matNya atasmu dan memberi petunjuk kepadamu jalan yang lurus.Dan Allah akan menolong kamu dengan pertolongan yang kuat”.

Mendengar ayat tersebut melalui Rasulullah saw. Umar bin Khatab bertanya: “Ya Rasulullah, apakah perjanjian tersebut merupakan suatu kemenangan?”. Rasulullah saw. menjawab tegas: “Ya”.
Perjanjian Hudaibiyah benar-benar memiliki nilai strategis karena dengan perjanjian itu berarti adanya pengakuan formal dari kaum Quraisy bahwa Nabi Muhammad saw. itu adalah pemimpin kaum Muslimin yang berkedudukan di Madinah.
Kebijakan Rasulullah saw. melalui perjanjian Hudaibiyah memang tidak nampak dalam teks yang tertulis saja, tapi dibalik itu banyak hikmah keuntungan yang terkandung di dalamnya. Setelah perjanjian berlaku kaum muslimin mempunyai kebebasan untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah di Masjidil Haram Makkah. Ini berarti suatu pengakuan hak hidup agama Islam di Jazirah Arabia, sesuatu yang tidak mungkin terlaksana sebelumnya tanpa tekanan kekerasan dan penindasan. Perjanjian perdamaian yang berlaku beberapa tahun itu membuka pintu dakwah bagi syi’ar agama Islam keseluruh penjuru Arab tanpa gangguan keamanan kaum musyrikin.
Baru beberapa bulan perjanjian berjalan jumlah pemeluk agama Islam meningkat dengan cepat, bahkan sampai beberapa kali lipat dari sebelumnya. Sewaktu menuju ke Hudaibiyah pengikut Rasulullah saw. pada waktu itu tidak lebih dari 1500 orang; jumlah ini menjadi 10.000 orang pada waktu beliau memasuki Makkah dua tahun kemudian dengan jalan damai.
Tidak sedikit mereka yang masuk Islam melalui Abu Jandal, anak muda yang tersiksa dan teraniaya oleh penguasa Quraisy dan keangkuhan ayahnya sendiri, penanda tangan perjanjian dari pihak musyrikin. Mereka merasa semakin terdesak, terlebih lagi tatkala pemuka dan panglima yang disegani Khalid bin Walid berikrar dengan mengucapkan kalimat syahadat memeluk agama Islam. Dia adalah seorang panglima pasukan berkuda yang tangkas dan berani, seorang ahli strategi perang yang ulung dan cerdas. Karena kesetiaan dan kepatuhannya pada Allah dan RasulNya serta kuatnya pembelaan pada agama yang baru dipeluknya itu, dari Rasulullah saw. dia mendapat gelar kehormatan ‘Saifullah’ yang berarti pedang Allah. Kemenangan demi kemenangan dengan ijin Allah swt. diraih pasukan Islam dibawah pimpinan panglima Khalid bin Walid, hingga meluas sampai ke wilayah Syam-Syria.
Pada waktu Rasulullah saw. menandatangani perjanjian Hudaibiyah, tidak seorangpun dari sahabat yang mampu memperkirakan dampak yang sedemikian jauh atas hikmah yang bakal diperoleh kaum muslimin. Bahkan dalam penulisan perjanjian tersebut kaum kafir quarisy Mekah yang diwakili Suhail tidak mau mencantumkan adanya kalimat ”Bismillahirrhmanirrahim” dan ”Muhammad Rasulullah” karena tidak mau mengakui Allah maha pengasih dan penyayang serta tidak mau mengakuit Muhammad utusan Allah, maka Nabi Muhammad SAW tetap menyetujuinya walaupun Ali bin Abu thalib tidak mau menghapuskan kalimat itu akhirnya oleh Rasulullah diganti kalmat tersebut menjadi ” Bismikallahumma” dan ”Muhammad bin Abdullah”, ini menunjukan siasah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, dalam rangka untuk mendaptkan kemenangan jangka panjang, tidak emosi sesaat untuk mendapatkan kemenangan jangka pendek, sehingga Rasulullah saw. satu-satunya yang siap menerima akibat apapun dari adanya perjanjian perdamaian dengan kum musyrikin Quraisy Makkah.
Dengan hidayah Allah swt., beliau tidak hanya memperhitungkan pengakuan eksistensi Muslim secara formal dan bertambahnya jumlah pemeluk Islam, tapi memanfaatkannya sebagai landasan dan kesempatan untuk memperoleh akses hubungan dengan para raja, kaisar penguasa kerajaan-kerajaan besar dan penguasa-penguasa Arab disekitar semenanjung Arabia.
Mereka yang menerima surat ajakan bernada perdamaian dari Rasulullah saw. adalah Maharaja Persia Kisra Abrawiz (Choesroe Obrewis II 590 – 628 M), Kaisar Romawi Byzantium Heraclus (610 – 641 M), Raja merangkap Gubernur Jenderal Kerajaan Byzantium di Mesir Muqauqis, Maharaja Abesinia Najasyi (Nagusa Nagashi), Raja Bahrain Al Mundzir bin Sawiy, Penguasa Oman Bani Azd Jaifar bin Al Jalanda dan’Abd bin Al Jalanda, Penguasa Yamamah Hudzah bin Ali, dan Pemimpin Bani Ghassan Harits bin Syamr.
Hampir semua raja, kaisar dan para penguasa semenanjung Arabia menerima surat Rasulullah saw. dengan sikap baik dan memberi jawaban yang sopan dan ramah.
Bahkan, terlepas dari adanya perbedaan pendapat di kalangan ahli sejarah mengenai Maharaja Najasyi Abesinia yang mana yang menerima surat dari Rasulullah saw., ada sebagian penulis yang mengatakan bahwa Najasyi yang dimaksud adalah Najasyi yang memeluk Islam setelah menerima surat dari beliau tersebut, dimana sewaktu wafatnya di Abesinia di shalatkan (shalat gha’ib) oleh Rasulullah saw., ketika beliau pulang dari Tabuk.

Berdasarkan peristiwa dari perjanjian Hudaibiyah tersebut maka disimpulkan Hikmah yang terkandung dari Perjanjian Hudaibiyah, yaitu :
1).Berkembangnya syiar Islam.
2).Kehidupan masyarakat aman dan damai.
3).Pengakuan eksistensi
Rasulullah dan negara Islam di Madinah.
4).Membuka jalan kepada pembebasan
Mekah daripada Musyrikin Quraisy.
5).Orang
Islam dapat membuat perhubungan dengan kabilah Arab yang lain.
6).Musyrikin Quraisy semakin lemah.
7).Islam berkembang dengan meluas dan Madinah semakin maju.
8).Orang
Yahudi yang khianat diusir dari Madinah.
Hikmah yang dikandung dari perjanjian Hudaibiyah menunjukan kepada kita bahwa Nabi Muhammad merebut Kota Mekah melalui perjanjian hudaibiyah, hikmah yang terkandung untuk perjuangan pada saat ini, yaitu setiap perjuangan yang dilandaskan oleh Jihad menegakan Agama Allah di muka bumi maka tidak perlu ada kekhawatiran dan ketakutan bahkan adanya perjanjian atau ikatan apapun juga yang sekiranya merugikan pihak muslim tidak perlu dikhawtirkan, karena Allah akan menolong kita selama diniatkan untuk Jihad Fisabilillah, inilah yang kita sebut Siasah (politik Islam). Dan Siasah dibenarkan karena tujuannya membela agama Allah bukan kekuasaan pribadi atau kelompoknya, serta dalam bersiasah harus selalu berpedoman kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul seperti yang dijelaskan oleh Allah QS Al-Fath:28
QS Al Fath : 28
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Firman Allah ini menegaskan kembali jika kita mau mengikuti Al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya maka dijamin kita akan selalu mendapatkan kemenangan, apapun bentuk peperangannya dalam membesarkan dan menguatkan agama Allah akan selalu diberi kemenangan, hal ini dicontohkan oleh bentuk kemenangan yang diperoleh Rasuilullah, melalui sikap dan perbuatannya serta hasil yang diperolehnya, dijelaskan oleh Allah, QS Al-Fath : 29

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

Firman Allah tersebut menunjukan sikap kemenangan yang diberikan oleh Allah yaitu :
1).Nabi muhammad dan para pengikutnya menyatakan sikap yang keras terhadap orang Kafir, yaitu keras dalam mencapai cita-cita untuk terus berjuang membesarkan dan menguatkan agama Allah, serta terus menerus mengagungkan asma Allah, pengertian keras disini adalah bukan hanya keras menghadapi oran kafir secara fisik ketika perang fisik, tetapi keras dalam hal KERJA memperjuangkan cita-cita untuk membesarkan dan menguatkan agama Allah melawan kekuatan orang kafir, sehingga agama Islam bisa tersebar keseluruh dunia.
2).Untuk bisa memiliki kekuatan mental yang sangat keras ini maka diantara sesama kaum muslimin harus dimanage dalam jamaah dimana manajemenya diantara kaum muslimim adalah manajemen kasih sayang, artinya sesama kaum muslimin adalah bersaudara bersama-sama saling nasehat menasehati dan saling mengingatkan serta saling mengajak untuk beribadah kepada Allah, berjuang untuk membentuk lingkungan Islami yang menghasilkan masyarakat Islam yang damai dan sejahtra.

Berdasarkan sikap kemengan tersebut maka dapat dilihat tanda-tanda dari kemenangan yang diperoleh dari Allah yaitu :
1). Raut mukanya yang memancarkan keshalehan dalam beribadah menunjukan ciri kita sebagai seorang muslim, raut wajah mengambarkan keshalehan dan rasa kasih sayang, penuh kedamaian dan kebahagiaan untuk selalu bersama-sama berjuang dan beribadah kepada Allah
2). Terlihat dari jamaah Islam yang dibangunya seperti perumpamaan yang diberikan oleh Allah ” seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar, Perumpamaan ini menunjukan terbentuknya jamaah Islam yang asalnya sedikit sekarang menjadi banyak, mampu membentuk Qoryah Thoibah Mubarokah, membentuk lingkungan Islam yang sangat kuat dan kokoh terlihat dari sisi fisik tempat dan bangunan serta dilihat dari kesatuan jamaahnya dan keshalehan jamaah dalam berjuang beribadah kepada Allah, sehingga kebesaran jamaah Islam yang dibangun menjengkelkan orang kafir karena mereka merasa takut atas kekuatan dan kebesaran jamaah Islam yang mampu menguasai tatanan sistem kehidupan manusia baik dari sisi, IPTEK, sosial, ekonomi, budaya, idiologi, politik maupun pertahanan keamanan. Karena inilah kita semua berjuang untuk membangun Qoryah Thoibah Mubarokah dengan strategi melalui core bisnis pendidikan dan majlis Dzikir, yaitu membangun Pusat Pengembangan Studi Islam Modern, sehingga mampu mencetak kader-kader pejuang dan membangun lingkungan Islam yang menyenangkan, mendamaikan dan mensejahtrakan orang-orang yang ada didalam jamaahnya dan lingkungannya. Semoga Allah mengabulkan cita-cita kita semua, Amin.
Sukabumi, 5 Februari 2009/9 Shafar 1430H
Majlis Dzikir dan Aurod Bashorun Fuadun

Muhammad Fajar Laksana

Minggu, 01 Februari 2009

MAKNA SILOKA GUNUNG
SEBAGAI LAMBANG QTM DAN PESANTREN PERGURUAN TINGGI (PPT)
PENGEMBANGAN STUDI ISLAM MODERN (PASIM)
MAJLIS DZIKIR DAN AUROD BASHOUN FUADUN
By : Muhammad Fajar Laksana


Pemberian nama pesantren perguruan tinggi yang akan didirikan berdasarkan hasil petunjuk Istikharah untuk memberi nama Qoryah Thoibah Mubarokah (QTM) dengan berpusat pada pesantren perguruan tinggi pengembangan studi islam modern (PPT PASIM) diberikan siloka GUNUNG, yang kemudian siloka Gunung ini harus dicari maknanya agar dapat melahirkan nama dari Qoryah Thoibah Mubarokah (QTM) yaitu membangun lingkungan atau kehidupan Islami dan Pesantern Perguruan Tinggi yang sesuai dengan Visi dan Misi serta fungsi dan tujuan yang akan diemban mencetak SARJANA YANG BERAHKLAKUL KARIMAH.memiliki keahlian dalam mengolah kekuatan Dzikir dan PIKIR, sehingga bisa menjadi seorang ULUL ALBAB yang mampu menjadi KHALIFAH di muka bumi.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka makna siloka gunung dapat dilihat melalui 4 pendekatan, 1).Pendekatan Fungsi Ilmiah Gunung, 2). Pendekatan Fungsi Spiritual Gunung. 3) Pendekatan Perumpamaan, 4).Pendekatan Sejarah,
Keempat pendekatan tersebut digunakan untuk memahami makna dari siloka gunung untuk menjelaskan visi dan misi atau fungsi dan tujuan di dibangunya Qoryah Thoibah Mubarokah (QTM) dan Pesantren Perguruan Tinggi Pengembangan Studi Islam Modern (PPT.PASIM), yang kemudian dari makna siloka gunung tersebut akan melahirkan nama untuk menyebut QTM dan PPT PASIM, untuk itu maka dijelaskan makna siloka gunung berdasarkan 4 pendekatan yaitu :

1). Pendekatan Fungsi Ilmiah Gunung

Allah menjelaskan QS An-Nhl :15

”Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”

Dalam Al Qur’an sendiri, kata ”gunung” disebutkan dalam dua bentuk yaitu jabaal atau jamaknya jibaal, dan rowaasiy. Kata jabaal disebutkan sebanyak 39 kali, sedangkan rowaasiy disebutkan sebanyak 10 kali, jadi jumlahnya sebanyak 49 kali. Di antara 49 tempat penyebutan gunung itu, terdapat 22 tempat yang menunjukkan fungsi gunung sebagai ”pasak”. Berdasarkan firman Allah tersebut maka dapat dijelaskan makna Gunung yaitu :
1). Gunung sebagai Pasak Bumi
Istilah jabaal lebih bersifat umum, sedangkan rowaasiy kemungkinan dimaksudkan khusus untuk menyebutkan gunung yang berfungsi sebagai pasak Bumi. Hal ini dikuatkan pula oleh makna dasar dari kata tersebut. Kata rowaasiy bermakna sesuatu yang dapat membuat benda yang berguncang menjadi diam, dalam hal ini benda yang berguncang adalah Bumi.
Pengertian ini dapat dijelaskan maknanya gunung sebagai pasak atau tiang bumi, artinya gunung sebagai penjaga atau penahan kegoncangan bumi dari hiruk pikuk kehidupan, sehingga fungsi gunung adalah penjaga kahidupan, ini berarti QTM PPT PASIM harus mampu menjadi penjaga Dinul Islam sebagi sumber dari segala sumber kehidupan manusia.
2). Gunung ada setelah ada Daratan
Penyebutan istilah rowaasiy juga selalu didahului dengan kata alqa yang berarti ”mencampakkan”, atau ”meletakkan sesuatu yang belum ada sebelumnya di tempat itu”. Makna ini bersesuaian dengan uraian ilmiah mengenai gunung. Gunung-gunung yang berada di batas lempeng (divergen maupun konvergen) memang tidak muncul bersamaan dengan pembentukan daratan, melainkan harus melalui proses tektonik terlebih dahulu.
Gunung ada setelah daratan diciptakan dulu ini artinya fungsi gunung menjaga kehidupan manusia, sehingga QTM PPT PASIM dibangun dan dirikan agar dapat menjaga kehidupan manusia yang selalu dituntun oleh Al-Quran dan Sunnah Rasul sebagai pedoman hidup manusia
3). Gunung ada hanya dibagian-bagian tertentu di bumi
Hal lain yang menarik ditinjau adalah penggunaan isim makrifat (al) yang mendahului kata ardh dalam Surat An-Nahl ayat 15. Isim (kata benda) ini menunjukkan pengkhususan, dalam hal ini pengkhususan bagian tertentu dari Bumi. Hal ini berarti ”gunung” yang dimaksudkan dalam ayat tersebut tidak terdapat di seluruh permukaan Bumi, akan tetapi hanya pada wilayah-wilayah tertentu. Wilayah-wilayah tersebut kemungkinan adalah batas-batas lempeng yang telah diuraikan di atas.
Gunung hanya ada dibagian-bagian tertentu yang penting di bumi, ini artinya fungsi gunung sebagai pusat penjaga kegoncangan kehidupan manusia, ini artinya QTM PPT PASIM harus menjadi Pusat Pendidikan Mencetak Sarjana yang berakhlakul Karimah yang akan menjadi manusia Ulul Albah sehingga mampu menjadi Khalifah di muka bumi.
4). Gunung ada dekat pemukiman manusia
Bagian lain yang menarik diamati setelah kata rowaasiy dalam Q.S. An-Nahl ayat 15, adalah an tamiida bikum (terjemahannya: tidak guncang bersama kamu). Kata ”bersama kamu” mungkin menunjukkan bahwa ”gunung” yang dibicarakan dalam ayat tersebut adalah gunung yang berada dekat dengan permukiman manusia, yakni gunung-gunung di batas lempeng konvergen. Gunung-gunung di bawah laut (batas lempeng divergen) mungkin tidaklah termasuk dalam ”gunung” yang dibicarakan ayat ini.
Gunung tidak boleh terpisahkan dengan kehidupan manusia tapi harus menjadi bagian kehidupan manusia, menjadi pelindung dan penjaga kehidupan alam semesta, ini artinya QTM PPT PASIM tidak boleh memisahkan dengan kehidupan manusia dan alam semesta, tetatpi harus menjadi bagian dan contoh serta menjadi agen perubahan bagi kehidupan di alam semesta, sehingga harus menjadi Rahmatan lil alamin
5).Gunung sifatnya bergerak terus menerus
Kalimat an tamiida bikum juga menarik, sebab menggunakan fi’il mudlori. Berdasarkan ilmu tafsir, fi’il (kata kerja) jenis ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang selalu berada dalam proses (belum selesai), mirip dengan continuous tense dalam bahasa Inggris. Hal ini bersesuaian dengan proses kejadian gunung di batas lempeng, yang memang belum selesai dan mungkin tidak akan pernah selesai. Selama dinamika lempeng tektonik masih terjadi, selama itu pula dinamika gunung akan terus berlangsung. Wallahu A’lam.
Gunung terus menerus bergerak mengikuti pergerakan bumi, ini artinya gunung yang besar harus menjadi penjaga, pelindung yang selalu menyeimbangkan kehidupan alam semesta yang terus menerus dinamis. Ini berarti QTM PPT PASIM harus dinamis dalam menyeimbangkan kehidupan manusia yang selalu berpedoman kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul.

2). Pendekatan Fungsi Spiritual Gunung
Allah berfirman Qs Al-Araaf : 143
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".
Qs Al Araaf :171
Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".

Gunung atau bukit tempat terjadinya mukjizat seperti Nabi Musa a.s., Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw, ini artinya Gunung adalah suatu tempat untuk mendapatkan petunjuk dan bertemu atau marifatullah, berdasarkan hal tersebut maka fungsi gunung adalah sebagai tempat bagi manusia untuk melakukan penyempurnaan hidup, dari mulai bawah atau kaki gunung yang banyak hutan belantara dan kehidupan binatang disitu manusia memahami proses kehidupan dibawah kaki gunung yang sibuk melihat kehidupan diri sendiri maka manusia berproses menuju tengah gunung dimana manusia memahami proses kehidupan di tengah gunung dimana manusia bisa memahami kehidupan lebih dalam lagi dari makna yang sesungguhnya tentang hidup dan kehidupan sebatas ada dalam lingkungan tangah gunung di dalam hutan belantara dan kemudian perjalanan akhir manusia berada di puncak gunung kehidupan yaitu mampu melihat secara menyeluruh luasnya kehidupan, sehingga bisa memahami kekuasaan Allah yang amat luas tak terhingga, dan disitulah manusia mendampatkan petunjuk kehidupan dan bertemu dengan Allah. Berdasarkan fungsi spiritual ini maka QTM PPT PASIM harus menjadi tempat pengodokan manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup bisa Marifatullah, dalam hidup dan kehidupannya.

3). Pendekatan Perumpamaan Gunung

QS Al-Israa : 37
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

Allah membuat perumpamaan gunung sebagai tempat menyadarkan manusia atas kesombonganya bahwa gunung melambangkan kekuasaan Allah yang amat tinggi IlmuNya yang tidak dapat dilampaui oleh manusia.

4). Pendekatan Sejarah dari Gunung

Allah berfirman QS Al-Araaf : 74

Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum `Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah ni`mat-ni`mat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.

QS Al-Hijr : 82
dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman.

Gunung dalam pengertian sejarah menjadi tempat berlindung atau rumah bagi kehdiupan manusia, artinya QTM PPT PASIM harus menjadi tempat bagi hidup dan kehdiupan manusia yang sejahtra dan mendamaikan dalam lingkungan yang islami sehingga bisa tegaknya Dinul Islam

Agar lebih jelas lagi makna dari siloka gunung yang akan menjadi simbol dari QTM PPT PASIM yaitu :
1).Pengertian ini dapat dijelaskan maknanya gunung sebagai pasak atau tiang bumi, artinya gunung sebagai penjaga atau penahan kegoncangan bumi dari hiruk pikuk kehidupan, sehingga fungsi gunung adalah penjaga kahidupan, ini berarti QTM PPT PASIM harus mampu menjadi penjaga Dinul Islam sebagi sumber dari segala sumber kehidupan manusia.
2). Gunung ada setelah daratan diciptakan dulu ini artinya fungsi gunung menjaga kehidupan manusia, sehingga QTM PPT PASIM dibangun dan dirikan agar dapat menjaga kehidupan manusia yang selalu dituntun oleh Al-Quran dan Sunnah Rasul sebagai pedoman hidup manusia
3). Gunung hanya ada dibagian-bagian tertentu yang penting di bumi, ini artinya fungsi gunung sebagai pusat penjaga kegoncangan kehidupan manusia, ini artinya QTM PPT PASIM harus menjadi Pusat Pendidikan Mencetak Sarjana yang berakhlakul Karimah yang akan menjadi manusia Ulul Albah sehingga mampu menjadi Khalifah di muka bumi.
4). Gunung tidak boleh terpisahkan dengan kehidupan manusia tapi harus menjadi bagian kehidupan manusia, menjadi pelindung dan penjaga kehidupan alam semesta, ini artinya QTM PPT PASIM tidak boleh memisahkan dengan kehidupan manusia dan alam semesta, tetatpi harus menjadi bagian dan contoh serta menjadi agen perubahan bagi kehidupan di alam semesta, sehingga harus menjadi Rahmatan lil alamin
5). Gunung terus menerus bergerak mengikuti pergerakan bumi, ini artinya gunung yang besar harus menjadi penjaga, pelindung yang selalu menyeimbangkan kehidupan alam semesta yang terus menerus dinamis. Ini berarti QTM PPT PASIM harus dinamis dalam menyeimbangkan kehidupan manusia yang selalu berpedoman kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul.
6).Gunung atau bukit tempat terjadinya mukjizat seperti Nabi Musa a.s., Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw, ini artinya Gunung adalah suatu tempat untuk mendapatkan petunjuk dan bertemu atau marifatullah, berdasarkan hal tersebut maka fungsi gunung adalah sebagai tempat bagi manusia untuk melakukan penyempurnaan hidup, dari mulai bawah atau kaki gunung yang banyak hutan belantara dan kehidupan binatang disitu manusia memahami proses kehidupan dibawah kaki gunung yang sibuk melihat kehidupan diri sendiri maka manusia berproses menuju tengah gunung dimana manusia memahami proses kehidupan di tengah gunung dimana manusia bisa memahami kehidupan lebih dalam lagi dari makna yang sesungguhnya tentang hidup dan kehidupan sebatas ada dalam lingkungan tangah gunung di dalam hutan belantara dan kemudian perjalanan akhir manusia berada di puncak gunung kehidupan yaitu mampu melihat secara menyeluruh luasnya kehidupan, sehingga bisa memahami kekuasaan Allah yang amat luas tak terhingga, dan disitulah manusia mendampatkan petunjuk kehidupan dan bertemu dengan Allah. Berdasarkan fungsi spiritual ini maka QTM PPT PASIM harus menjadi tempat pengodokan manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup bisa Marifatullah, dalam hidup dan kehidupannya.
7).Allah membuat perumpamaan gunung sebagai tempat menyadarkan manusia atas kesombonganya bahwa gunung melambangkan kekuasaan Allah yang amat tinggi IlmuNya yang tidak dapat dilampaui oleh manusia.
8).Gunung dalam pengertian sejarah menjadi tempat berlindung atau rumah bagi kehidupan manusia, artinya QTM PPT PASIM harus menjadi tempat bagi hidup dan kehidupan manusia yang sejahtra dan mendamaikan dalam lingkungan yang islami sehingga bisa tegaknya Dinul Islam

Sukabumi, 2 Februari 2009/6 Shafar 1430 H
Majlis Dzikir dan Aurod Bashorun Fuadun

Muhammad Fajar Laksana